Karya: Endah Irawati
Di antara lipatan jari yang terangkat
Kita memahat bisik pada sunyi yang sama
Namun tarian dada di jiwa kita
Berlayar pada dermaga yang berbeda
Aku mengeja kehadiran dengan nama yang kuagungkan
Mengalirkan madah di gema menara tua
Sementara kau menyalakan pelita di altar kesunyian
Melautkan harapan pada desir salib dan doa
Bait-bait suci kita bertemu di langit
Terbang bersama lantunan doa yang berbeda
Kau menyebut nama-Nya dengan caramu
Aku menengadah dengan keyakinanku
Asmaraloka kita adalah sujud di tanah yang satu
Tetapi kiblat memandang bintang yang berbeda
Kita menjelma dua sungai yang mengalir bersama
Bermuara pada samudra, namun tak pernah sanggup untuk bersatu
Sejauh langit memisahkan doa
Di situlah renjana kita belajar bertapa
Merelakan yang terkasih pada Sang Pencipta
Meski amin kita tak pernah sama
27 Agustus 2026