Karya: Eneng Azkya
Ada nama yang tak lagi kusebut dalam doa untuk memilikinya,
melainkan untuk memastikan ia baik-baik saja,
meski Tuhan tahu, betapa ingin aku menjadi bagian dari doanya.
Langit dan bumi jadi saksinya.
Namamu dan namaku adalah satu dalam cerita yang tak sempat berkisah, di kehidupan lalu,
tetapi setiap lembaran doa, tetap menyatukan.
Mempertemukan helaian harap yang sama.
Berbagai arah yang semula tak saling mengenal,
Perlahan bertemu pada satu persinggahan.
Dalam tengadah membalut doa,
Disuarakan hati mengatakan rindu.
Entah dimana rindu itu bermuara.
Hanya ada pertemuan doa yang saling menyatukan,
Menjelajahi seluruh ruang rasa yang tak bertuan.
Dan bila kelak rindu itu menemukan muaranya,
semoga ia berlabuh pada doa yang pernah kita langitkan bersama.
Sindangbarang, 27 Agustus 2026