Dibaca: Memuat...
Dasar yang Tak SamaKarya: Gabriel Sekar Wijaya Pratama
Nak,
dulu sekali,
seorang Adam hadir di antara seruni firdaus,
duduk dan bertanya
""Nona, di manakah rusuk yang ia janjikan?""
Sesungging senyum tak dapat kuberikan,
hingga putri malu ikut menunduk,
melihat hamparan tanah di bawahnya,
sebelum pria itu merampas tangannku.
Ia menarik rusuknya kuat kuat,
Sebelum diri ini merasakan,
betapa lengkapnya kita,
seperti lebah di taman itu,
mendapati dirinya sari bunga.
Bersama, kita akan menunjang satu sama lain.
Namun,
pada akhirnya kami tersungkur.
Memandang langit yang tak sama lagi,
bukan karena badai yang menanti,
tetapi ada dasar yang tidak bisa kami awali.
Klaten, 25 Agustus 2026