Dibaca: Memuat...
BENANG DOAKarya: Raisa aziza
Di sajadah yang sama namamu kusebut pelan-pelan, bukan karena kita satu atap tapi karena luka kita satu Tuhan. Kau di masjid dengan imam, aku di kamar dengan air mata. Beda arah kiblat doa, sama-sama meminta pulang.
Jika doa adalah jembatan, maka biarlah air mataku menjadi semen yang merekatkan dua hati yang dunia pisahkan. Di setiap sujud panjang, kuselipkan namamu di antara "ya Allah" dan "ya Rabb".
Karena pada akhirnya yang menyatukan kita bukan restu manusia, bukan perbedaan latar, bukan juga kata setuju dari dunia. Yang menyatukan kita adalah "Aamiin" yang sama-sama naik ke langit, menggema, dan jatuh sebagai ketenangan di dada.
Cibalong, 25 Agustus 2026