Iman tak sama
Karya: Indy SarbunanAku dan kamu
seamin dalam rasa,
namun tak seiman dalam doa.
Kita berdiri di bawah langit yang sama,
namun menuju Tuhan
melalui jalan yang berbeda.
Untukmu, lonceng yang berdentang,
untukku, adzan yang berkumandang.
Keduanya memanggil kita
kepada-Nya dengan cara berbeda.
Aku memiliki kiblat,
tempat hatiku bersujud dan pulang,
sementara kamu memiliki salib,
tempat hatimu menemukan tenang.
Aku mencintaimu,
namun cintaku bukan alasan
untuk mengubah keyakinanmu.
Sejahat-jahatnya aku mencintai,
aku tak akan merampasmu
dari Tuhan yang membuatmu tenang.
Jika kelak jalan kita berpisah,
biarlah langkahmu menuju Tuhanmu,
dan langkahku menuju Tuhanku.
Mungkin kita dipertemukan bukan untuk memiliki,
melainkan untuk belajar menghormati perbedaan.
Sebab cinta yang tulus tak selalu berarti bersama.
Kadang, melepaskan adalah cara terakhir mencintai,
sambil tetap menyimpan namamu dalam doa.
Ambon, 30 Agustus 2026