Di Antara Dua Jalan Pulang
Karya: Naskia zahraKita pernah berjalan
di bawah langit yang sama,
menyimpan nama masing-masing
di tempat yang tak pernah bisa saling kita datangi.
Kau dengan doamu,
aku dengan doaku.
Kita sama-sama menengadah,
namun entah mengapa
langit mengajarkan kita
pada arah yang berbeda.
Aku ingin menjadi rumah bagimu,
tetapi mungkin Tuhan sedang mengajarkanku
bahwa tidak semua yang terasa seperti pulang
adalah tempat untuk menetap.
Maka, jika suatu hari
kita benar-benar menjadi asing,
jangan kira aku pernah menyesal mengenalmu.
Sebab pernah mencintaimu
adalah salah satu cara paling indah
yang pernah kutemui untuk belajar kehilangan.
Pergilah dengan keyakinanmu,
aku akan pulang dengan keyakinanku.
Barangkali kita memang tak ditakdirkan
berjalan sampai ujung yang sama.
Namun di antara dua jalan pulang itu,
pernah ada kita
dua hati yang saling menemukan,
meski pada akhirnya
harus belajar melepaskan
demi Tuhan yang kami percaya.
Sukalarang, 30 Agustus 2026