Dibaca: Memuat...
Acta Promissionis #2021: Namsan Love LockKarya: Ishmah Dinina Aulawiyah
Satu lustrum berlalu, di pagar Namsan,
kita menggores dua nama pada satu gembok.
Kau memutar kunci, aku menahannya,
bunyi klik kecil menyimpan doa yang tak terucap.
Kita turun membawa dua bahasa, dua paspor,
juga dua rumah yang berjauhan,
Malam itu, angin Seoul menusuk raga,
namun telapakku hangat dalam genggamanmu.
Belakangan ini ... kau menghitung jarak, aku menghitung diam,
keduanya berubah menjadi alasan untuk istilah “bahagia”.
Kini, kita melihat gembok itu masih di sana.
Catnya mengelupas, nama kita digerogoti karat.
Jemari kita menyentuh gembok tua itu.
Terdengar tawa kita anantara angin,
diiringi semerbak aroma latte favorit kita.
Barangkali kita terlalu lama menghitung luka,
hingga lupa selaksa senyum yang menyembuhkannya.
Gembok itu masih tergantung di pagar,
tak kubuka, tak kaulepas.
Kita hanya menggenggam tangan masing-masing,
lalu berjalan pulang sebelum badai salju tiba.
Gresik, 26 Agustus 2026