Dibaca: Memuat...
Mantra di Ujung MalamKarya: Mulan Nayala Raisyha
Semilir angin memadamkan cahaya,
rembulan menunggu warna,
mentari menunggu bintang
dan malam menyimpan
rindu yang tak bernama.
Aku bersujud
di rahim gemuruh,
di antara sayup angin
yang mengaburkan mimpi.
Doa-doa kupintal
menjadi cahaya,
namamu kusematkan
di langit paling rahasia:
“Semoga Tuhanku,
dan Tuhanmu,
menulis kita
pada halaman yang sama.”
Deru angin,
sunyi yang berdebur,
mantra yang luruh
dari bibir yang rapuh.
Kutitipkan harap
pada keajaiban langit
agar dua arah
menjadi satu pulang,
agar dua doa
menjadi satu amin.
Dan jika semesta
adalah tempat segala ingin bermuara,
biarlah aku dan kamu
menjadi dua cahaya
dalam satu cakrawala.
Bukan sekadar bertemu
melainkan
menjadi semesta.
Lampung, 26 Agustus 2026