Karya: Jenan Ibnu Abdillah
Aku terpaku diam saat diriku
pernah menangis hanya untuk
seseorang pernah diri ini banggakan
dalam doaku
Hujan tak pernah kenal siapa
yang tersentuh basahnya, namun air mata
mengenal untuk siapa ia basah
Rindu...
bisakah kau diam saja tidak
pantas rasanya, dia tak lagi
sama seperti yang engkau kenal
dulu dan takdir ini telah hadir
untuk memutuskan kehendaknya
tidak bisa engkau kendalikan
sedikitpun
Takdir dan ujian seringkali
samar seperti debu berselimut
angin, engkau sering kali bisa
menduga bahwa seseorang itu
mungkin untukmu namun bisa
saja kemungkinan salah
jika doa adalah harapan untuk
detik ini dan detik akhir kelak,
bagaimana dengan takdir yang
telah hadir sebelum diri ini
meminta.
Banjarmasin,23 Agustus 2026