Karya: Jihan Zahra Permana
Hari itu, kala aku sedang di ambang kematian
Kau tiupkan pesan dari seberang negeri
Terbelalak mataku, lupalah aku pada kematian itu
Seolah hidup kembali atas hadirmu
Jejak pesan virtual yang ditumpahkan
Telah memberi harapan
Bodohnya aku menghiraukan perbedaan
Jelas saja akhirnya tak mungkin satu tujuan
Namun kita memaksa
Di hari yang semakin yakin atas janji-janji
Di hari itu aku malah dirujam berat pada fakta kau pergi
Meninggalkan segelintir tulisan indah, kau tusukkan pada diri
Sialnya aku terlalu percaya
Ada dosa, melupakan takdir tuhan karena telah memaksa
Meminta bersatu pada yang bukan pemuja-Nya
Ku kira kita seperti muara yang akan menemukan laut yang sama
Nyatanya, aliran bercabang itu tak akan mempertemukan digaris takdir yang ada
Setidaknya kita pernah mereguk bahagia
Entah keajaiban apa yang tersisa setelahnya
Sampai jumpa di lain dunia
Jakarta, 27 Agustus 2026