Karya: Echa Amelia
Di bawah langit yang sama,
doa-doa berangkat dari rumah berbeda.
Ada ibu yang menunggu pintu terbuka,
anak yang menyebut nama ayahnya
di antara sunyi dan cemas,
serta hati yang hanya meminta
pagi datang tanpa kehilangan.
Mereka tak saling mengenal,
tak pula menempuh jalan serupa.
Namun langit menerima semuanya,
tanpa menimbang siapa paling layak
mendapat jawaban.
Mungkin Tuhan sedang mengajarkan
bahwa persatuan bukan keseragaman.
Ia tumbuh saat kita mau berhenti
sejenak dari langkah sendiri,
lalu mendengar tangis
yang bukan milik kita.
Malam ini, doaku kutitipkan
bersama doa-doa yang lain.
Semoga tak ada hati
yang merasa asing dalam harapan.
Sebab pada akhirnya,
kita berbeda nama dan cerita,
tetapi menuju langit yang sama.
Dan mungkin,
di sanalah doa-doa kita
belajar menjadi satu.
Jakarta, 27 Agustus 2026