Iman Tak Sama, Jalan Tak Sama
Karya: Kholid Khoirul AzamAda yang beribadah sepenuh jiwa,
Ada yang datang hanya karena kebiasaan saja.
Ada yang berdoa sambil menangis,
Ada yang bibir bergerak, hati entah ke mana pergi.
Iman tak sama, tak bisa dipaksakan,
Seperti bunga: ada yang mekar, ada yang kuncup perlahan.
Ada yang cahayanya menyinari sekeliling,
Ada yang hanya menyala saat dunia melihatnya saja.
Ada yang sabar saat diuji hingga hati teriris,
Ada yang sedikit susah langsung lari dan menjauh.
Ada yang memberi tanpa mengharap balasan,
Ada yang beramal lalu menghitung-hitung pujian.
Iman tak sama bukan soal siapa lebih tinggi,
Tapi soal siapa yang jujur di hadapan Ilahi.
Yang Allah lihat bukan seberapa tampak di mata manusia,
Melainkan isi hati, saat tak ada satu pun yang tahu.
Jangan menilai iman dengan ukuran dirimu,
Jangan menghakimi jalan yang berbeda darimu.
Setiap langkah punya kadar, setiap hati punya porsi,
Yang penting: jalanmu lurus, niatmu murni, milikmu sendiri.
Karena pada akhirnya
Bukan banyaknya gerak atau kata yang dihitung,
Tapi keikhlasan yang tak pernah terdengar dan tak terlihat,
Itulah iman yang sesungguhnya, yang hidup di dalam dadamu.
Payakumbuh,9 Agustus 2026