Dibaca: Memuat...
Dalam Doa Kupanjatkan
Karya: Kristiani Nari CantikaPetir menyambar keras saat kita bertengkar di teras lapangan.
Buku-buku berantakan, ego kita sama-sama berdiri terlalu tinggi.
Namun ketika gerimis makin lebat dan dingin mulai menggigilkan badan,
Kita sama-sama memejamkan mata, memohon hangat dalam doa diam-diam.
Suara gemericik air seolah membasuh semua rasa kesal di dada.
Ternyata dinginnya hujan kalah hangat dibanding niat untuk memaafkan.
Aku menengok ke arahmu, melihat matamu yang juga menyimpan penyesalan.
Tanpa perlu banyak ucapan, kita tahu pertengkaran ini harus selesai.
Satu payung biru kini kita pegang bersama di bawah derasnya hujan.
Langkah kaki kita kembali serasi menyusuri jalanan sekolah yang basah.
Rasa benci hanyut terbawa air, menyisakan persahabatan yang kian erat.
Sebab doa di tengah hujan tadi telah menyatukan kita kembali.
Kuala Dua, 6 Agustus 2026