Dibaca: Memuat...
Basket dan Harapanku
Karya: Elisabeth FellydeaniBola oranye itu tergeletak di tengah garis pembatas lapangan
Kita berselisih paham soal siapa yang paling berhak menang hari ini
Namun saat peluit panjang berbunyi dan kita melingkar bersama untuk berdoa
Rasa panas di kepala perlahan surut digantikan rasa saling menghargai
Untaian kalimat sederhana yang terucap membuat dada terasa lega
Kalah atau menang ternyata tidak sebanding dengan eratnya persahabatan kita
Ego yang sempat tinggi melangit runtuh seketika tanpa ada sisa
Hanya ada keinginan untuk kembali tertawa dan berjuang bersama lagi
Tangan kita saling menepuk pundak, melempar senyum penuh rasa maklum
Keringat yang menetes jadi saksi kebersamaan anak muda di sekolah
Langkah kaki kita berjalan beriringan meninggalkan lapangan dengan rasa bangga
Sebab doa di akhir permainan telah menyatukan kembali semangat kita
Kuala Dua, 6 Agustus 2026