Doa yang menyatukan
Karya: Lianty Monalita SarbunanDeburan ombak yang membasahi kaki
Yang tertunduk untuk meramalkan doa
Setiap tetesan air mata seolah tidak mengenal
Lelahnya perjuangan.
Matahari akan kalah bersinar jika dapat
Menyaingi doaku yang dapat di dengar oleh sang pencipta
Penyatuan yang dianggap mustahil
oleh butiran pasir di pantai.
Aku seperti lilin yang meleleh
Ketika mendapat harapan bahwa doa dapat menyatukan
Sungguh doa ini merubah debu tanah
yang tak berharga ini menjadi
sebuah permata yang berkilau.
Ambon, 30 Agustus 2026