Dibaca: Memuat...
Merajut Hati dalam Doa
Karya: Luh Eka Resmi WarnadiDi setiap fajar yang perlahan menyapa,
kita menengadah dalam untaian doa.
Bukan untuk menjadi yang paling sempurna,
melainkan belajar saling menerima.
Perbedaan hadir mewarnai kehidupan,
bagai pelangi setelah hujan.
Tak perlu menjadi serupa untuk bersama,
sebab kasih tumbuh dari jiwa yang terbuka.
Doa tak mengenal batas dan jarak,
ia menjangkau hati yang paling sesak.
Menenun harapan dengan benang keikhlasan,
merajut kasih dalam setiap kebersamaan.
Saat amarah ingin memisahkan,
doa mengajarkan arti memaafkan.
Saat ego ingin menang sendiri,
doa mengingatkan bahwa kita saling memiliki.
Mari merajut hati dalam doa,
menyatukan langkah, menumbuhkan cinta.
Agar damai tak sekadar menjadi kata,
tetapi hidup di setiap jiwa manusia.
Sebab ketika doa menjadi bahasa hati,
tak ada lagi dinding yang membatasi.
Hanya ada tangan yang saling menggenggam,
dan harapan yang terus menyala dalam kedamaian.
Tamblang, 5 Agustus 2026