Dibaca: Memuat...
Arsip yang Tidak Pernah Disahkan
Karya: Yohani Margareth Fiorenza Aksara SiregarDi sela gigi yang mengatup seperti brankas negara,
aku menyelipkan berkas suara—dipaku sunyi,
agar tidak berubah menjadi doa yang melanggar.
Namamu kutulis di buku tabungan BRI, 12 Mei pukul 14.07,
tinta bocor melewati garis, menolak tunduk,
lalu dibekukan sebelum sempat diakui hidup.
Di ruang tamu 18.12, azan memantul dari televisi tabung,
volume diturunkan saat namamu hampir disebut,
dan sesuatu di dalamku mengecil—
bukan kalah, hanya tidak diberi ruang.
Kita hampir—
tidak, kita memang tidak pernah—
Iman tak sama; satu rumah tak butuh dua kebenaran.
Aku sempat berharap Tuhan menutup mata sebentar.
Sejak itu tubuhku bukan arsip—
ia menjadi berkas yang dimusnahkan.
Masa depan tidak datang—
ia disahkan, lalu menolak kita.
Beberapa nama tidak hilang,
hanya dipindahkan ke tempat
di mana doa tidak berani sampai.
Bekasi, 5 Agustus 2026