Maya Antika adu - Takdir yang Kutitipkan pada Doa (LCP 48)

📅 07 Agustus 👁 Memuat...

Takdir yang Kutitipkan pada Doa

Karya: Maya Antika adu



‎Tentang puisi ini aku hanya ingin mengungkapkan caraku menyampaikan doa. Doa yang menyatukan kita agar mengerti bahwa cinta dua insan tak selalu harus saling memiliki Ada yang hanya hidup sebagai mimpi namun tetap abadi dalam bayang dan kenangan.

‎Sebab aku tahu, doa yang lahir dari kepercayaan akan selalu menemukan jalan untuk pulang.

‎Mungkin doa yang terucap dari bibirku hanyalah seperti jembatan yang tak pernah lenyap, menghubungkan harapan dengan kenyataan yang masih dirahasiakan waktu.

‎Dan aku percaya, saat hatiku mulai lelah dan terluka, doa menjadi pelita yang menerangi langkahku, menghapus luka dan amarah yang lama ku pendam.

‎Namun, terkadang takdir membawa kita ke arah yang tak pernah kita pilih. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang diperjuangkan akan tinggal, dan tidak semua yang hilang berarti sia-sia.

‎Maka biarlah doa terus menjadi rumah bagi harapan, meski cinta tak selalu bermuara pada kebersamaan. Sebab jika Tuhan berkehendak, yang sejauh apa pun akan dipertemukan. Dan jika bukan untuk bersama, setidaknya doa telah mengajarkan kita cara mencintai dengan tulus, lalu merelakan dengan ikhlas.


Tuasene 05/08/2026