Śraddhā yang Berbeda
Karya: Najwa Salwa SalsabilaDi beranda senja, kita pernah percaya
bahwa akasa begitu luas untuk menyimpan segala doa.
Nyatanya, semesta menghadirkan jeda
ketika namamu dan namaku
mengarah pada altar yang tak sama.
Aku tak pernah mempersoalkan śraddhā-mu;
yang membuatku kelu hanyalah widhi
yang menulis cinta pada aksara berbeda.
Kita saling menggenggam,
namun kāla perlahan mengurai jemari.
Barangkali inilah dharma kehidupan:
mengikhlaskan tanpa membenci,
mendoakan tanpa memiliki.
Biarlah ātman kita tetap bertemu
dalam karuṇā yang tak meminta kembali.
Sebab cinta tak selalu ditakdirkan menetap;
kadang ia hanya singgah,
mengajarkan bahwa perbedaan bukan dosa,
melainkan ujian agar manusia belajar
menghormati jalan pulang masing-masing.
Magelang, 6 Agustus 2026