Karya: Merry Crisna Atfeni
Kau bilang iman itu harus sama warnanya,sama caranya, sama tempat menyujudkan kepala.
Padahal ia hujan yang turun dari langit yang sama,jatuh ke lembah, membasahi bukit, tak selalu serupa rupa.
Aku temukan-Nya saat menolong yang tak dikenal,
kau temukan-Nya dalam doa yang kau baca setiap waktu.
Langkah kita berbeda, arah pun tak selalu sejajar,
namun tujuan akhir, tetap pada satu pintu yang sama.
Iman tak harus sama bentuknya, tak harus sama cara,
seperti bunga beragam warna, tetap mekar di bawah mentari.
Yang berharga bukan apa yang kau ucapkan di mulut,
tapi apa yang hidup di dada, dan melahirkan kebaikan sejati.
Sintang, 29 Agustus 2023