AMALIA HUSNA - Elegi di Antara Tasbih dan Rosario (LCP 48)

📅 30 Agustus
Elegi di Antara Tasbih dan Rosario
Karya: AMALIA HUSNA


ELEGI DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

Kita berbual candu di persimpangan canda,  
walau di bawah langit yang sama.  
Tapi awan yang kita naungi tak pernah benar-benar bersinggungan.

Cintaku adalah sajadah yang kubentangkan untukmu,  
cintamu adalah gereja yang kau jaga untuknya.  
Aku menggenggam namamu di setiap sujud terakhir,  
kau menyebut syahdu namaku di setiap pujian malam.

Aku menghitung dosaku di butiran tasbih yang basah,  
kau tetap setia menghitung cinta di untaian rosario indah.  
Jadi, biarlah air wudhuku menguap sebelum menyentuh dahimu,  
biarlah air baptismu kering sebelum membasuh tanganku.

Sehingga kita menjadi dua mata kitab  
yang saling menghargai, saling membaca,  
tapi tak pernah benar-benar disatukan dalam satu barisan.  
Siluet iman kita yang tak sama,  
sebagai elegi terpanjang yang ditulis tetesan air mata,  
seraya menengadah, saling ikhlas mengikhlaskan.


Pemalang, 23 Agustus 2026.