Karya: Muhammad Lukman Raditya Hartono
Doa yang Menyatukan
Di bawah langit yang membentang luas,
berjuta bibir merapal asa dengan cemas.
Berbeda bahasa, berbeda pula ruang bersujud,
namun pada satu arah, segala jiwa tertunduk khusyuk.
Ada bisik yang menembus sepi malam,
ada permohonan di tengah dunia yang kelam.
Meski jarak memisahkan tapak dan raga,
doa merajut kembali benang kemanusiaan yang hampir jeda.
Menyatukan bumi yang lelah dan terluka,
menghapus sisa batin dari segala duka.
Sebab di hadapan keabadian Yang Maha Esa,
doa adalah jembatan damai bagi seluruh semesta.
Jombang,19 Agustus 2026