Mustakmilah - Opor ayam dan altar gereja (LCP 48)

📅 23 Agustus
Dibaca: Memuat...

 Opor ayam dan altar gereja

Karya: Mustakmilah


Sayang..
Katanya, perasaanku adalah dosa yang akan menyeretku ke jurang neraka.
Sang kalbu terasa sendu.
Mendengar raganya akan mati dibalut api.

Di rumahku, aroma gurih dari opor ayam sedang merayakan kemenangan.
Sedangkan di gerejamu, kau bernyanyi sembari melantunkan ayat-ayat suci nan puji.
Kita adalah dua perayaan
Yang takkan tersaji di atas satu nampan.
Kita adalah dua ibadah
Yang tak mungkin satu ruangan.

Jikalau jam dinding bisa kuputar kembali
Akan kucampakkan sang saujana
yang membawaku pada akhir tak gempita.
Antara detak kita berdua.
Aku selalu pura-pura lupa
Bahwa hanya amin kita yang sama.

Mendekapmu adalah ilusi yang tak ingin aku akhiri.
Terasa nyata, padahal hanya sebatas fatamorgana.
Nada tawamu adalah imajinasi
Yang mampu mengangkat sudut bibirku di malam hari.

Salam hangat dari gadis berbau tangis, untuk pria bermata teduh nan manis.


Pandeglang, 21 Agustus 2026