Karya: Nabila Kusuma Wardani
Jenaka lara, untai doa
Ribuan kata terucap, di depan nayanika
Kata amin yang bertolak ke langit
Bagai butiran lembah yang memaksa kehendak
Menengadah, berbanding menggenggam
Tak sama, jelas terpampang nyata
Seolah bumantara mendukung mendung
Tapi tidak dengan gemuruhnya
Tatapan nayanika mulia itu enggan pecah
Usaha, tapi tak dapat bersatu
Katedral dan Istiqal dekat tapi berbeda
Batas dinding menjulang tinggi di tengah
Tasbih yang kugenggam
Rosario yang kaupegang
Lantas takdir tak bertemu ini
Menjadi akhir kisah insan yang berduka
Daerah Istimewa Yogyakarta, 27 Agustus 2026