Diantara pujian nan harapan
Karya: Nazwa Azkia AzahraKita sama-sama menengadahkan tangan, menitipkan harap pada awang-awang
dengan segenap ketulusan serta asa, menyebut nama pujian dalam bait permohonan
meski kita sadar bentuk sembahyang tak sama
Langit tak pernah bertanya
mengapa kau meminta pada Tuhan itu (satu)
padahal tak semua maksudmu terkabulkan.
Tak pernah pula menawarkan untuk seumpama meminta
pada Tuhan yang tak sama.
Namun barangkali bukan tentang pada Tuhan siapa ia bermuara,
melainkan tentang lantunan mantra mana yang terdengar syahdu
di telinga Sang Penguasa.
Keyakinan bukan sebuah sebab untuk mengharamkan harapan,
apalagi menjadikannya sebuah keambiguan.
Sebab di antara Tuhan dan doa, kita hanyalah dua manusia
yang sama-sama memiliki harapan yang sama.
Iman yang tak selaras bukanlah kambing hitam, tuk menyalahkan garis takdir, sebab iman diciptakan untuk menjadi pegangan bukan penghakiman
Cianjur, 30 Agustus 2026