Satu Sajadah, Dua Penjaga
Karya: Nur AlsyaKau pergi membawa seragam dan tugas,
meninggalkan rumah yang tiba-tiba sunyi.
Tak ada janji kapan kau kembali,
hanya doa yang kupeluk setiap hari.
Jarak membentang di antara kita,
membuat waktu terasa begitu panjang.
Namun malam selalu tahu caranya
mendekatkan dua hati yang berjauhan.
Di sepertiga malam yang hening,
namamu kusebut di antara air mata.
Kuminta Allah menjaga langkahmu,
saat lelah tak sempat kau ceritakan.
Mungkin kau juga menyimpan rindu,
seperti aku yang menyembunyikannya dalam doa.
Jika dunia menaruh kita sejauh ini,
maka biarkan doa mendekatkan kita sedekat ini.
Di atas sajadah masing-masing,
kita bersujud kepada Tuhan yang sama.
Raga boleh dipisahkan jarak,
kabar boleh datang terlambat,
tetapi doa tak pernah mengenal jarak.
Sebab bila nanti kau pulang,
semoga kau tahu:
ada hati yang tak pernah berhenti
menunggumu dalam doa.
Maros, 30 Agustus 2026