Jembatan Pulang
Karya: AfridaDi atas tepukan tangan manusia,
aku hidup seperti biasa.
Dan dalam ribuan sanjungan,
jiwaku penuh kekosongan.
Bercermin pada langit malam,
nyatanya diriku telah lama hilang.
Bertanya pada embun pagi,
ke mana diriku pergi?
Embun pagi pun tak mengerti,
mengapa jauh sekali aku berlari.
Tersisa bising-bising puji,
seolah mengikis jati diri.
Kukira Tuhan telah berlari,
nyatanya aku yang menghukum diri.
Tuhan tidak pergi,
hanya aku yang terlalu angkuh untuk kembali.
Dalam kesunyian malam,
di lautan keasingan,
rangkaian jembatan kupasang,
ke arah pulang menuju Tuhan.
Dan nyatanya memang aku yang pergi,
tersesat dalam riuhnya puji.
Dalam kehinaan seorang insan,
aku mengetuk pintu pengampunan.
Dalam doa yang lirih,
aku menemukan jalan pulang.
Aku kembali utuh, tak lagi jauh.
Dalam lantunan asma-Mu,
aku kembali.
Aceh, 29 Agustus 2026