Karya: Nur Ana Syahirah
Di bawah kubah langit yang satu
Kita merajut rindu yang tak menentu
Jemarimu tertaut khidmat di depan dada
Jemariku terbuka lebar berserah diri dalam takwa
Kita mengetuk pintu langit yang serupa
Memanggil nama-Nya dengan beda cara
Namun, keindahan rasa ini menyimpan perih mendalam
Membuat kisah kita perlahan karam tenggelam
Tuhan kita adalah pemilik rasa yang megah
Ia tak ingin hambanya keliru dalam melangkah
Cinta ini terlalu besar untuk manusia
Hingga mengaburkan sujud khusyukku pada-Nya
Aku mencintaimu sedalam palung lautan sepi
Tapi hukum suci-Nya tak bisa diingkari
Kita sedekat urat nadi
Namun seasing barat dan timur bumi
Maka di sela derai air mata yang jatuh
Aku melepasmu dengan rasa ikhlas yang utuh
Biarlah rasa ini tumbuh dalam diam abadi
Menjagamu lewat untaian doa, tanpa harus saling memiliki
Pinrang, 24 Agustus 2026