Karya: Fadiyah Aisyira
Pernahkah kau melihat doa
berjalan tanpa kaki,
mengetuk pintu yang tak bernama?
Aku percaya, iman bukan seragam
yang harus sesuai dengan tubuh semua orang.
Ia lebih seperti sungai,
memilih lekuknya sendiri,
namun tetap mengenal laut.
Iman tak sama.
Mungkin karena Tuhan
tak menanam keyakinan
di tanah yang serupa.
Maka jangan paksa bunga
mekar menurut kalender milikmu.
Ada yang memilih malam
untuk membuka kelopaknya.
Kita boleh berbeda arah ketika berdoa,
tetapi semoga tidak berbeda
ketika melihat seseorang jatuh.
Sebab mungkin,
yang sedang diuji bukan iman kita,
melainkan cara kita memperlakukan
perbedaan yang dititipkan
di depan mata.
Tanjung Morawa, 24 Agustus 2026)