Dibaca: Memuat...
Iman tak sama
Karya: Nur FatwaIMAN TAK SAMA
Sajadah dan altar membentang seluas samudra,
namun takdir mengunci kita pada pembatas purba.
Di ranjang malam yang sepi aku melarung air mata,
meratapi kelopak yang mekar di tanah yang salah.
Kita adalah dua waktu yang dipaksa berpapasan,
memelihara lara yang enggan menemukan muara.
Bagai minyak dan air di sekat kaca yang sama,
dua detak dipaksa tunduk pada takdir yang menyerah.
Kamu dan aku melangkah dengan dogma yang kaku,
mengeja nasib di bawah kubah langit yang kelu.
Semesta begitu fasih menitipkan rasa, namun gagap menyatukan arah,
menuntut kita memilih: mengkhianati Tuhan atau berpisah.
Jika di bumi fana ini genggaman harus terlepas,
biarlah di keabadian nanti, jiwa kita kembali suci tanpa batas.
Boyantongo, 6 Agustus 2026