SKETSA DUA DOA DI PENGHUJUNG HARI
Karya: Nurlianti RamadaniGenta dan Gema
Di persimpangan waktu kita bersua,
menatap langit yang memeluk semesta,
namun melangkah ke arah altar yang berbeda.
Jemari bertaut di bawah rembulan,
saat asmamu mengalir dalam bisikan.
Kau bersujud menghadap kayu salib yang sunyi,
aku menengadah mengejar rida Ilahi.
Cinta kita mekar di antara sunyinya malam,
terperangkap di antara kidung dan gema yang mendalam.
Namun sekat tak kasat mata ini begitu kokoh,
memaksa rasa yang rapuh untuk lekas runtuh.
Sebab kita bukan berjodoh, melainkan ujian,
mengajarkan bahwa mencintai tak harus memiliki.
Kita pulang ke rumah doa masing-masing dengan tenang,
merayakan cinta lewat ikhlas yang sesungguhnya.
sambas, 29 Juli 2026