satu sujud dari beribu arah
Karya: Rangga Al AufaSatu Sujud dari beribu arah
Tanah retak menjadi saksi,
Menggoda engkau dalam lirih-lirih doa,
Ber isak-isak merintih napas,
Yang tak sempat menjadi sastra.
Langit gelap menurunkan surat-surat basah dari langit,
Mengadu takdir dalam tabiat,
Tentang bumi yang masih berlanjut,
Tentang harap yang belum terwujud.
Ada tangan yang menengadah,
Ada suara yang menyebut,
Ada ruh yang dipaksa diam ketika ingin menghendak,
Dan ada hati yang diam untuk meredam.
Semesta menjadi pohon untuk semua doa,
Membahu harap dari semua manusia,
Manusia lupa pada semua doa,
Dan doa tak pernah lupa pada setiap asa.
Di langit-Mu doa kami bertemu,
Merelai lelah dari semua langkah.
Biarkan kami saling berjumpa,
Memberikan “aamiin” pada doa yang saling menyapa.
Tangerang, 30 Agustus 2026