SEUNTAI KATA MAMPU MENJAHIT SIRNA
Karya: SRI HANDAYANI, S.PdDisela retak malam yang terdiam
Aku mengurai suara menjadi untaian
Bukan kalung bukan manik
Hanya kata yang bertasbih
Yang bertahun kutelan tanpa air
Seuntai kata ....
Kutitipkan diujung jemari
Tuhan...
Pulangkan mereka bisikku pelan
Agar semesta tak mengira aku menuntutnya
Rumah ini pernah tercerai oleh diam
Kau pergi membawa badai
Aku menyimpan hujan dilipatan mukena
Hanya bisa menambal sepi dengan lantunan
Lalu datanglah kata itu
Lembut namun tidak memaksa
Ia menjahit bahu yang saling membelakangi
Menyulam maaf diantara hela dan sesak
Sirna bukan lagi jurang
Sirna menjelma jembatan
Karena semesta tahu
Untuk menjahit yang patah
Cukup satu kalimat yang jujur
Dinaikkan saat semua insan terlelap
Malam itu ...!!!
Rumah kami kembali utuh
Bukan karena tembok yang kokoh
Namun seuntai kata
Yang mampu menjahit sirna
Ponorogo, 30 Agustus 2026