Raiza Hanifa - "Merajut Langit dengan Doa" (LCP 48)

📅 31 Agustus

"Merajut Langit dengan Doa"

Karya: Raiza Hanifa




Kami duduk di bibir senja, tangan saling menaut,
membentang benang-doa melewati awan rapuh.
Satu nafas mengirim rindu, satu suara merenda harap,
agar perbedaan jadi jembatan, bukan dinding yang sunyi.

Doa kami seperti lampu kecil di lorong dunia,
menerangi langkah yang gemetar, menyirami hati yang kering.
Di setiap ujaran, doa menyatukan pulau-pulau sepi,
menjahit luka, menenun tawa, mengubah amarah jadi maaf.

Kami panjatkan untuk yang jauh, untuk yang pulang tanpa berita,
untuk anak yang masih tertidur di antara mimpi-mimpi,
untuk tangan yang menolak menyerah, untuk bibir yang belajar memaafkan.
Doa itu menyapa pagi, menenangkan malam, menaut janji-janji kecil.

Bersama, kami menenun langit—benang-benang doa terikat,
mencipta rumah untuk semua yang lelah, untuk yang masih percaya.
Biarkan doa menjadi peta, menuntun langkah yang bercerai,
biarkan ia menjadi benang, merajut kembali kita yang terpisah.


Paraman Ampalu, 30 Agustus 2026