Dibaca: Memuat...
Mustakil
Karya: Rima JuliantiTak berani kulisankan namamu, takut
perkara Tuhanmu murka—
meminjam insan-Nya
ke dalam gelakan sajadahku.
Kau kusembunyikan
di geraham munajat;
takut sekali lafaz
menjelma ikrar,
sekali amin
menjadi tuntutan.
Sebab kita dibesarkan
oleh dua syahadat
yang tak saling mewarisi.
Kau dengan sembahmu.
Aku dengan sujudku.
Dan kasih—
betapa lancangnya ia—
hendak menyelundupkan
satu nama
ke antara keduanya.
Maka kupenggal pintaku
sebelum sampai qabul:
bukan kau yang kuminta,
bukan pula perpisahan.
Hanya agar tak seorang pun
menukar Tuhannya
demi menjadi benar
di hadapan manusia.
Lalu malam menghabiskan
sisa-sisa lafaz.
Aku tersungkur
sampai nama tak lagi bernama,
sampai doa kehilangan
pemiliknya,
sampai dahi dan tanah
sama-sama bisu.
Khusyuk menadah diri,
sampai terlupa—
berdua mustakil.
Barangkali sejak mula
Tuhan tak sedang menguji
seberapa jauh kita mencintai,
melainkan seberapa teguh
kita menolak
menjadikan cinta
sebagai kiblat.
Bandar Lampung, 20 Agustus 2026