Shifa Al Zahra Maulidya - Sejengkal rindu, sejauh takdir (LCP 48)

📅 26 Agustus
Sejengkal rindu, sejauh takdir 
Karya: Shifa Al Zahra Maulidya 


Kita berdiri di altar takdir yang terbelah
Di mana arah sujud kita menentang ke dua sisi langit yang berbeda
Cinta ini tulus, murni tanpa pamrih
Namun dinding keyakinan menjulang kokoh, mengabaikan dua jiwa yang merintih

Menatap matamu adalah dosa yang manis sekaligus menyiksa
Sebab di sana aku melihat rumah, tempat dimana jiwaku ingin berserah.
Namun rasa ini adalah kesalahan yang menentang garis firman
Membawa langkah kita kian jatuh terperosok kedalam jurang penyesalan

Maju selangkah berarti menodai keyakinan yang kita junjung
Mundur sekejap berarti membiarkan raga ini mati di ujung tanduk
Bersamamu itu salah, melanggar batas yang telah di tetapkan oleh semesta
Namun meninggalkanmu adalah bilah pisau yang menghujam dada tanpa jeda.

Kita adalah garis alir yang dipaksa takdir untuk tak pernah bersatu
Meski merindu dalam sunyi, meski menangis dalam bisu.
Tuhan...jika cinta ini sebuah kesalahan yang tak diampuni,
Mengapa rasa ini dibiarkan tumbuh subur di dalam hati?

Jika bertahan berarti menanggung murka keabadian
Dan melepaskan berarti mengubur hidup-hidup seluruh kenangan 
Maka biarkan kami tersiksa di persimpangan ini
Terombang-ambing dalam bimbang, antra dosa yang indah dan luka yang abadi


25 Agustus 2026