Karya: SUGI SAFITRI, S.Pd.
Duar
Gemuruh Petir Membangunkanku yang tengah terlelap di pangkuan malam
Mata masih berat dalam dekapan lelap
Kulirik waktu, dua dini hari telah menyapa
Akupun segera meninggalkan dekapan malam
Menyusuri langkah menuju tempat bersuci
Kusentuhkan jemari pada air yang dinginnya menusuk, membasuh diri menuju sujud
Sajadah terhampar indah siap menyambut raga yang ingin bersimpuh, hati yang ingin mengadu
Usai dua raka'at, kusandarkan segala resah kepada Dia Yang mendengar segala pinta
Sepuluh jari kuangkat, kedua telapak tangan terbuka
Hati mulai mengadu
Sejak manusia pertama diciptakan
Tuhan telah menuliskan takdir tentang pasangan dalam perjalanan kehidupan
Jika menikah adalah ibadah, izinkan aku menapaki jalan suci itu bersama seseorang terbaik menurut-Mu
sebab aku percaya, pilihan-Mu selalu lebih indah daripada inginku
Percepatlah langkah takdir menuju pertemuan kami
Sepuluh jari kuangkat, kedua telapak tangan terbuka
Wahai sang Pemilik Alam Semesta
Jika ia telah Engkau takdirkan untukku
Dekatkanlah langkah kami dan pertemukanlah kami pada waktu terbaik menurut-Mu
Sepuluh jari kuangkat, kedua telapak tangan terbuka
Di penghujung doa, kupasrahkan segala pinta kebaikan untuk dunia akhirat, keselamatan untuk dunia akhirat, dan ridha-Mu sebagai tujuan
Sepuluh jari kuangkat, kedua telapak tangan terbuka
Usai segala pinta, kembali kututup mata dalam lelap
Menyerahkan jawaban kepada-Nya
Medan, 23 Agustus 2026