Buana Tanpa Asa
Karya: Syarifah Nazla AminarniDeru desir polusi menghujam kota
Riuh perih angin melewati lensa
Duduk meringkuk di antara debu dan lara
Menatap sunyi buana yang kehilangan asa
Termenung di tengah guyuran hujan
Mencari petunjuk di sela kegelisahan
Dengan aliran air mata
Deras, membatasi dinding asmara
Gemerlap lampu kota
Tak menutup pandangan sang atma
Langkah yang terdengar pelan
Dan mata yang perlahan mulai terpejam
Tangan yang mengadah
Memeluk gundah tangan yang menggenggam
Takdir yang mempertemukan
Tanpa memilih untuk menyatukan
Langsa, 11 Agustus 2026