zahrohtul janah - Mengeja Amin di Dua Kiblat (LCP 48)

📅 16 Agustus

Mengeja Amin di Dua Kiblat

Karya: zahrohtul janah


Di balik jendela kamar yang remang,
kupandang gerimis jatuh di pelataran gereja tempatmu pulang.
Setiap kali suaraku mengeja Al-Fatihah di atas sajadah,
ada namamu yang menyelip samar, memohon tenang tanpa jeda.

Aku diajar mengadahkan tangan ke atas langit pasrah,
sementara kau melipat jari di depan dada dengan khusyuk yang indah.
Kiblatku menghadap Ka'bah yang jauh di seberang benua,
sedang langkahmu menuju altar yang dihiasi lilin-lilin tua.

Tuhan yang kukenal adalah sang maha pengasih,
yang mencatat rindu kita tanpa sedikitpun benci atau risih.
Namun hukum bumi melukis garis yang begitu tegas dan tajam,
menolak menyatukan dua sujud yang tak seirama dalam diam.

"Siapa yang kelak memegang tanganmu saat bait terakhir dibaca?"
Tanyamu pelan, diiringi dentang lonceng yang menyayat dada.
Aku terdiam hanya sanggup menatap matamu yang redup,
menyadari bahwa cinta ini selamanya tinggal separuh hidup.

Aku tak bisa mengajakmu bertekuk lutut di sajadah yang sama,
sebagaimana kau tak mungkin membawaku berlutut di depan salib Nya.
Kita adalah dua musafir di persimpangan jalan berdebu,
yang saling mencintai, tapi dipisahkan oleh tata cara rindu.

Maka biar ku peluk bayangmu dalam tahajud di sepertiga malam,
saat dunia tertidur dan segala beda perlahan tenggelam.
Jika di dunia Amin kita tak pernah bisa bertemu,
biarlah doa rahasia ini menjadi bukti sah betapa ku mencintaimu.


Indramayu, 15 Agustus 2026