Karya: Victoryca Janatul Khasanah
Ketika jarak dan perbedaan sempat memisahkan langkah kita,
ketika keraguan dan keheningan sempat menyelimuti hati,
aku tidak mencari kekuatan dari kata-kata yang keras,
melainkan bersimpuh dalam doa yang tulus dan rendah hati.
Di setiap hembusan napas, aku menyebut namamu dalam doa,
memohon agar hati kita ditenangkan, dilunakkan, dan disatukan.
Doa menjadi jembatan yang tak terlihat mata namun kokoh,
menembus segala jarak, mengikis perbedaan yang sempat membentang.
Kini aku mengerti doa bukan sekadar permohonan,
melainkan benang halus yang mengikat dua hati dalam satu tujuan.
Meski kita berbeda cara dan sifat, doa menyatukan kita,
mengajarkan sabar, memulihkan luka, dan menumbuhkan kasih yang abadi.
Karanganyar, 24 Agustus 2026