Karya: Yuliana Jahra
Ada batas
yang terbentang di antara kita—
tak terlihat oleh mata,
namun begitu nyata
bagi dua hati yang ingin bersama.
Barangkali,
batas itu bukan jarak,
bukan pula waktu,
melainkan jalan
yang tak pernah Tuhan tuliskan
untuk kita lalui berdua.
Sebab, cinta macam apa
yang ingin melawan takdir Tuhan?
Kita memiliki begitu banyak kesamaan—
cara tertawa,
cara memandang dunia,
bahkan perasaan
yang tumbuh diam-diam
tanpa pernah kita minta.
Namun ternyata,
ada satu perbedaan
yang membuat langkah kita
harus berhenti:
Air baptismu dan air wudhuku, dua air yang membasuh, namun menuntun kita ke jalan berbeda.
Tuhan mungkin satu,
namun cara kita menemukan-Nya
berbeda.
Maka mungkin,
mencintaimu bukan tentang
bagaimana kita menjadi satu,
melainkan belajar menerima
bahwa ada dua jalan
yang sama-sama menuju Tuhan,
namun takdir-Nya
tak membawa kita
ke tempat yang sama.
Bogor, 24 Agustus 2026