MENGUBUR JASAD KEMBANG
Karya: Ahmad SalametSetelah lama menggali sunyi
Aku diam di atas makamku sendiri;
Menunggumu.
Mungkin berkenan bertawasul rindu,
membacakan tembang yang dikarang rembulan
atau sekedar menabur kembang
yang dipetik dari ladang
kenangan.
Dulu, aku surat
Yang tubuhnya kaubaca tiap saat.
Kau lafazkan setiap luka
yang kau goreskan sendiri pada lembaran lama.
Kini, aku mayat kasih
Yang tamat dari tatapan puisi;
Hanya tinggal sebuah nama
di halaman hati yang enggan kau buka kembali.
Betapa remuk jasadku
Jika pucat tanganmu tak senasib pekat
kain kafanku.
Bila hitam air mataku
mengalir deras pada sungai
yang tak lagi sudi menampung rinduku.
Kelak, jika engkau bersedia datang
Menziarahi kembali rindu yang mulai usang
Ingatlah, juntaian kisah yang dulu kita karang
Sebenarnya tak benar-benar hilang.
Ia hanya terarsip rapi
dalam peti keabadian
bernama Kenangan.
Sukorejo, 24 September 2026