Dzul Akbar Firdaus - Kenangan Yang Membekas (LCP 49)

📅 23 September

 Kenangan Yang Membekas

Karya: Dzul Akbar Firdaus


Dulu tawamu adalah matahari duniaku,
dan ucapanmu adalah pelangi yang indah.
Kita lukis masa depan di langit yang biru,
tapi kini langit itu runtuh menjadi kelam.

Kita pernah berjanji untuk saling menunggu,
namun janji itu kau bawa pergi tanpa menoleh.
Kini tak ada lagi langkahmu di pagi hari,
yang tertinggal hanya jejakmu dalam ingatan.

Fotomu masih tersimpan rapi di galeriku,
senyummu masih sama tapi bukan lagi untukku.
Aku menatapnya dengan rasa rindu,
kutahu kau telah bahagia di cerita barumu.

Di ujung senja aku masih menyebut namamu,
meski namaku sudah hilang dari doamu.
Jika senja saja rela tenggelam demi malam,
lalu kenapa kau tak rela bertahan untukku?

Pada akhirnya kuikhlaskan semua menjadi kenangan,
bukan untuk melupakan tapi merelakan.
Kau adalah pelajaran tentang kehilangan,
yang membuatku lebih menghargai pilihan.



Bogor, 22 September 2026