Di Ambang Waktu
Karya: Piti NawindriIbu, setiap saat aku bertanya-tanya,
sanggupkah aku melewati jalan ini?
Terkadang, aku hanya ingin berhenti melangkah.
Di ambang waktu,
rasanya detak dada ini terhenti,
tertarik kembali pada
bayang dua tahun lalu.
Seandainya jam bisa kuputar balik,
aku hanya ingin tetap di sisimu, Ibu.
Namun kini, cuma penyesalan
yang terus menghantuiku.
Buk, kali ini aku benar-benar bungkam,
terjebak di antara dua waktu
yang berputar di kepala.
Semua ini terasa menyebalkan,
Tapi harus kuterima dengan ikhlas.
Di ambang waktu yang terjerat angan,
aku hanya merenungi di kehampaan
meratapi waktu yang tak
bisa kuputar kembali.
Lubuk Linggau, 22 September 2026