Mimpi di Ujung Jalan
Karya: Fadly ArosyidDi antara riuh tepuk yang tak pernah kudengar,
ada mimpi yang diam-diam masih berpendar.
Aku memilih menepi ketika jalan terasa sukar,
mengira perjalanan telah kehilangan benar.
Kupadamkan lentera sebelum malam berakhir,
kusimpan harapan di sudut hati yang getir.
Tanpa kusadari, fajar tinggal sebentar lagi hadir,
sedang kakiku lebih dulu memilih mundur dan tersingkir.
Kini waktu hanya menyisakan jejak,
tentang langkah yang dulu sengaja kuletakkan.
Sesal tumbuh dari keputusan yang tak dapat diulang,
tentang pintu yang kutinggalkan sebelum sempat terbuka lebar.
Andai dahulu kutahan sedikit rasa lelah,
mungkin kisah ini tak berakhir sebagai pasrah.
Sebab kadang yang membuat kita kalah,
bukan jauhnya tujuan, melainkan hati yang menyerah.
Luwuk, 22 September 2026