Sisa Cahaya di Ruang yang Pernah Kita Huni
Karya: Fajar RikiAda waktu yang tidak benar-benar pergi,
meski jarum jam terus memindahkan hari.
Ia tinggal diam di sudut ingatan,
menjadi suara yang kadang datang
saat dunia sedang terlalu sunyi.
Aku masih mengingat tawa-tawa kecil,
percakapan sederhana,
dan langkah yang dulu terasa biasa.
Kini semuanya berubah menjadi kenangan,
yang tak bisa disentuh,
namun selalu tahu jalan pulang ke hati.
Mungkin kita memang ditakdirkan bertemu
hanya untuk saling meninggalkan jejak.
Bukan untuk selamanya tinggal,
melainkan untuk mengajarkan
bahwa sesuatu yang pernah indah
tak harus kembali untuk tetap berarti.
Dan bila suatu hari aku lupa wajahmu,
semoga hatiku masih mengingat
pernah ada sebuah masa
yang membuatku bahagia
hanya karena kita pernah bersama.
Semarang, 26 September 2026