Elegi Khianat: Simfoni Sunyi Sepertiga Malam.
Karya: Maemona Yudha MayasariDi bawah arunika malam, jiwaku luluh lantak menjadi abu.
Menatap arunika menyapa pagi, sementara rasaku mati membeku.
Kau adalah amor yang memeluk makrokosmos dengan sejuta hibat,
Namun khianatku menepis asih tulismu hingga segalanya runtuh hebat.
Renjana dan tresna terlanjur bertukar menjadi belati paling tajam,
Menikam aruntala impian kita, menenggelamkannya ke dasar kelam.
Mona, ketulusanmu bersinar seterang seribu matahari yang benderang,
Sedang aku hanyalah adiguna palsu,
Tersesat di labirin kasih yang gersang.
Meski ragaku kini telah berlabuh di pelukan lain, ratu kesayanganku.
Nama Fahmi anehnya tetap abadi, merajai sepertiga malam dan istikharahmu.
Aku adalah penguasa yang mengemis di gerbang istana kama yang sepi.
Hidup dalam kemewahan pelukan baru, namun mati kelaparan di dalam hati.
Sungguh menarik hati caramu mencinta bagai samudera tanpa tepi,
Membuat penyesalanku laksana kiamat kecil yang tak pernah berhenti.
Di puncak riuh pelukan ini, jiwaku menjerit kesepian merindukanmu,
Kutukar seluruh kasih semesta, demi memeluk remah pengampunanmu.
Pati, 16 September 2026.