Menyimpan kenangan didalam figura
Karya: Wita dianaAda hari yang enggan benar-benar berlari,
meski jarum jam terus berputar tanpa henti.
Ia memilih membisu di batas ingatan,
seperti tawa yang tertinggal di gerimis bulan kemarin.
Kita menyimpan bayangan itu tanpa sadar,
di balik aroma lembaran buku yang usang,
atau pada alunan lagu tua yang terdengar samar,
yang membuat dada tersentuh dan bergetar.
Kenangan tak pernah meminta untuk dipeluk terlalu erat,
ia hanya datang saat sunyi.
Menyapa pelan tanpa bermaksud mengikat,
mengingatkan pada langkah yang pernah terpahat.
Bukan untuk menyeret kita kembali ke masa lalu,
bukan pula untuk menyimpan rasa rindu.
Tetapi untuk berbisik dengan lembut.
bahwa setiap detik yang pernah singgah, sungguh bernilai bagimu.
Maka biarlah ia tetap menjadi cermin yang jernih,
yang memantulkan senyum di balik lelah dan perih.
Sebab apa yang telah mengendap menjadi kenangan,
adalah bagian paling jujur dari sebuah perjalanan.
Demak,16 September 2026