Sebelum Nisan Menjawab
Karya: Moza AuliaKarya: Moza Aulia
Wahai Tuan yang kusebut dalam renjana,
mawar itu telah gugur mahkotanya.
Aku mengembara di atas hamparan duri,
membiarkan darah menjadi tinta bagi jejak nestapa.
Tuan,
kau telah berpulang berselimut kafan suci.
Sangkar logam mengarak kepergianmu,
pulang menuju keabadian semesta yang nirmala.
Lihatlah Tuan, mawar ini telah layu.
Tiada lagi bisik kasih yang kau eja,
bahkan manik teduh netramu
tak sempat kukecap untuk terakhir kalinya.
Kini yang tersisa hanyalah pekik yang menjelma tangis,
dan sesal yang bersemayam menikam hingga ke sumsum jiwa.
Terima kasih
untuk cinta yang kau tabur tanpa jeda.
Maaf
untuk egoku yang angkuh buta akan asa.
Dan kini setelah kau tiada,
aku baru belajar saksama maknanya mencinta.
Dan dari sinilah aku belajar,
bahwa cinta tak boleh ditunda menunggu nanti.
Sebab maut tak pernah meminta izin.
Jangan biarkan sayang membusuk menjadi sesal,
sebelum nisan yang lebih dulu menjawabnya.
Pakuhaji, 23 September 2026