Lembaran kisah lama
Karya: Salwa Nurul FaridahDahulu, kita pernah tertawa bersama,
menggenggam tangan agar tetap bertahan.
Kita berbagi cerita tentang beratnya dunia,
mencurahkan segala pilu yang tersimpan di dada.
Kala itu, semuanya terasa begitu indah,
hingga takdir datang tanpa aba-aba.
Jarak perlahan tumbuh di antara kita,
memisahkan dua jiwa yang pernah saling menjaga.
Kini, mungkin namaku telah asing bagimu,
tetapi wajahmu masih terlukis dalam ingatanku.
Kenangan yang pernah kita rajut
telah menjadi lembaran lama yang tak tersentuh.
Andai takdir mempertemukan kita kembali,
akankah kau membuka hati sekali lagi?
Ataukah aku hanya akan melihatmu dari kejauhan,
bersama seseorang yang kelak kau genggam tangannya,
sementara aku menjadi bagian dari masa lalu
yang pernah begitu berarti bagi kita.
Subang, 24 September 2026